Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

PEMERKOSAAN merupakan masalah serius di Amerika Serikat. Betapa tidak, sebuah studi terbaru menemukan bahwa 1 dari 16 wanita di negeri Paman Sam itu melakukan hubungan seksual pertama kali karena ada unsur paksaan.

Tim peneliti internis dan peneliti Sekolah Kedokteran Harvard yang melakukan studi tersebut menyamakan unsur paksaan dalam hubungan seksual itu dengan pemerkosaan.

"Setiap pertemuan seksual (dengan penetrasi) yang terjadi bertentangan dengan kehendak seseorang adalah pemerkosaan. Jika seseorang ditekan secara verbal untuk berhubungan seks, itu sama halnya dengan pemerkosaan," kata penulis utama Dr Laura Hawks, peneliti internis dan peneliti Sekolah Kedokteran Harvard, seperti dimuat Al Jazeera (Senin, 16/9).

Studi yang dipublikasikan pekan ini di JAMA Internal Medicine tersebut juga menemukan bahwa hampir tujuh persen wanita yang disurvei mengatakan bahwa pengalaman hubungan seksual pertama mereka terjadi karena ketidaksengajaan. Rata-rata, hubungan seksual pertama mereka terjad pada usia 15 tahun.

Sementara itu, hampir setengah dari wanita yang terlibat dari studi tersebut mengatakan bahwa mereka ditahan atau secara verbal ditekan untuk melakukan hubungan seksual.

Akibatnya, pada tahun-tahun setelah dipaksa berhubungan seksual, wanita yang menjadi korban cenderung memiliki lebih banyak pasangan seks serta masalah kehamilan dan aborsi yang tidak diinginkan dan masalah kesehatan reproduksi termasuk nyeri panggul dan ketidakteraturan menstruasi, bila dibandingkan wanita yang pengalaman seksual pertamanya tidak dipaksakan.

"Mengalami pemerkosaan pada pertemuan seksual pertama adalah hilangnya otonomi atas seksualitas seseorang," kata Hawks.

Karena itulah, masalah lain yang mungkin muncul adalah masalah kesehatan mental dan fisik di kemudian hari.

Sementara itu, menurut editorial jurnal kesehatan tersebut, studi lain telah menemukan bahwa efek jangka panjang dari serangan seksual adalah isolasi sosial, perasaan tidak berdaya, stigmatisasi, citra diri yang buruk dan perilaku berisiko, yang semuanya dapat meningkatkan risiko depresi dan masalah kesehatan mental lainnya.

Studi tersebut dilakukan dengan cara analisis tanggapan dari 13.310 wanita dewasa dengan rentang usia 18 hingga 44 tahun di Amerika Serikat yang berpartisipasi dalam survei kesehatan pemerintah Amerika Serikat yang representatif secara nasional dari tahun 2011 hingga 2017.

Para peneliti fokus pada pertanyaan survei yang ditanyakan selama wawancara langsung mengenai apakah pengalaman hubungan seks vaginal pertama wanita dengan seorang pria dilakukan dengan sukarela atau tidak sukarela.

Hasilnya, satu dari 16 wanita AmerikaSerikat mengaku bahwa pengalaman hubungan seks pertama mereka dilakukan secara tidak sukarela.




dr. Ayu Widyaningrum Promosikan Keindahan Batik Sasirangan ke Para Duta Besar Negara Sahabat

Sebelumnya

Jadi Juru Bicara Termuda Gedung Putih, Ini Peran Karoline Leavitt dalam Politik Amerika Serikat

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Women