Ilustrasi keluarga berkumpul di hari raya. (Freepik)
Ilustrasi keluarga berkumpul di hari raya. (Freepik)
KOMENTAR

BULAN Ramadan adalah waktu yang penuh berkah bagi setiap Muslim. Selama sebulan penuh, kita diberi kesempatan untuk menata kembali diri, meningkatkan ibadah, dan menjauhkan diri dari segala hal yang dapat mengotori hati dan amal.

Namun, hakikat Ramadan lebih dari sekadar ibadah yang kita lakukan dalam sebulan. Ramadan adalah panggilan untuk membekas dalam diri, mengubah hidup, dan membimbing kita kembali ke fitrah—keadaan suci yang semakin memantaskan diri kita di hadapan Allah dan sesama.

Kembali ke fitrah berarti menyucikan hati dan pikiran dari segala kekotoran. Ini bukan sekadar ritual, tapi sebuah perjalanan untuk menjadikan diri lebih baik, baik dalam hubungan kita dengan Allah (hablumminallah) maupun dengan sesama manusia (hablumminannas). Ramadan mengajarkan kita untuk memperbaiki diri, untuk bertobat dengan taubatan nasuha—tobat yang tulus dan sungguh-sungguh—dan untuk bertekad tidak kembali terjerumus dalam kesalahan yang sama.

Ibadah yang kita jalani di bulan suci ini seharusnya tidak berakhir saat Ramadan berakhir. Sebaliknya, ia harus menjadi api yang terus menyala, membakar semangat untuk terus memperbaiki diri dan menjaga kedekatan dengan Allah.

Inilah saatnya kita menanamkan kebiasaan baik yang terbentuk selama Ramadan, agar dapat membekas dalam hidup kita sepanjang tahun. Ramadan adalah waktu untuk membersihkan diri, namun yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga kebersihan itu setelah bulan suci berlalu.

Untuk itu, kita perlu menjaga mentalitas kita, selalu memohon pertolongan Allah dalam setiap langkah. Kembali ke fitrah berarti berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari—menjaga kesucian hati, memurnikan niat, dan selalu mengingat Allah dalam setiap keputusan dan tindakan. Dengan begitu, kita tak hanya merasakan keberkahan Ramadan, tetapi juga membawa keberkahan itu dalam hidup kita, sepanjang tahun, dunia, dan akhirat. Aamiin Allahumma aamiin.

Minal aidin wal faizin.




Siapa Pemenang di Hari Idulfitri?

Sebelumnya

Tarawih bersama Siswa, Mendikdasmen Ingatkan Banyak Berderma dan Menjauhi Zuur di Bulan Ramadan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Tadabbur